Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang

**Atasi Persoalan Hiduo Hanya Dengan Iman dan Taqwa

Masjid Agung Al-Ikhlas, laksalanakan sholat Idul Fitri 1442 H Kamis, (13/05/2021).Bertindak sebagai Imam Ustadz Heri Kholil, sedangkan bertindak sebagai Khatib, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang Drs. H. Satuki Huddin, M.Si.Begitu banyak orang yang berusaha dalam hidupnya untuk mendapatkan kemuliaan tetapi dengan cara yang salah. Mereka mengira dengan harta, pangkat dan jabatan bisa menjadi mulia, sehingga mereka berusaha keras untuk meraihnya walaupun dengan menghalalkan segala cara.

“Padahal tanpa ketaqwaan semua itu tidak akan membawa keberkahan dalam hidupnya, dan justru akan menyebabkan dirinya menjadi rendah dan hina baik dihadapan Allah maupun dihadapan manusia.” Kata Drs. H. Satuki Huddin, M.Si. ketika bertindak sebagai khatib Hari Raya Idul Fitri 1442 H. di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Kamis (13/05/2021).

Menurut Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., berbeda dengan orang-orang yang taqwa, mereka menyadari tentang dua hal. Pertama bahwa dirinya adalah sebagai hamba Allah SWT”. Sehingga mereka akan selalu menjadikan segala aktivitas hidupnya hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Tidak ada yang dicari dalam hidup ini kecuali hanya untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT. Kedua, bahwa dirinya juga sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Oleh karena itu, mereka akan selalu berusaha untuk mengemban amanat kekhalifahannya itu dengan penuh tanggungjawab. “Tugas mereka adalah untuk mengajak manusia kepada kebaikan, mencegah dari perbuatan yang munkar, serta mengajak untuk beriman kepada Allah SWT.” Ungkapnya.Dikatakan Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., orang-orang yang taqwa akan selalu menjadi tauladan (uswah) dan panutan (qudwah) bagi masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang amanah, selalu memberikan manfaat kepada siapapun, menebarkan kasih sayang dan persaudaraan, berlaku adil, menepati janji, dan mencintai masyarakatnya.

“Orang-orang yang taqwa tidak hanya hidup untuk diri dan keluarganya, melainkan selalu memikirkan kesulitan dan penderitaan saudaranya yang lain. Mereka akan selalu bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, menyerahkan segala urusan hidupnya hanya kepada Allah, serta selalu berkorban dengan jiwa dan hartanya guna memperoleh ridho Allah SWT. ” Imbuhnya.

Menurut Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., orang-orang yang taqwa sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah-tengah kehidupan masyarakat, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara saat ini. Bukan rahasia lagi jika hari ini masih melihat berbagai kemungkaran di dalam masyarakat, seperti semakin maraknya perjudian, minum-minuman keras, Narkoba, dan prostitusi. Kemudian korupsi, kolusi, dan suap menyuap semakin membudaya; praktik manipulasi dan kecurangan dalam perdagangan, seperti permainan harga, pengurangan timbangan, pengoplosan dan penimbunan barang kini semakin menjadi-jadi; bahkan perdagangan perempuan dan anak-anak pun kini sudah semakin merajalela.

“Belum lagi masalah pornografi dan pornoaksi yang menyebabkan rusaknya moral dan akhlak anak bangsa kini juga sudah semakin marak dan terjadi dimana-mana. Berbagai persoalan tersebut hanya bisa diatasi apabila para pemimpin dan masyarakatnya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.” Ungkapnya.**