POTENSI WILAYAH KABUPATEN KETAPANG

Kabupaten Ketapang dikaruniai potensi sumber daya alam yang melimpah baik disektor pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, perikanan, industry maupun pariwisata. Potensi sumber daya alam tersebut tersebar hampir merata diseluruh wilayah Kabupaten Ketapang. Sesuai kebijakan dan strategi penataan ruang Kabupaten Ketapang (RTRW 2015-2035) potensi sumber daya alam tersebut dijadikan basis untuk pertumbuhan dan pengembangan wilayah Kabupaten Ketapang dengan tetap memperhatikan aspek daya dukung maupun daya tampung lingkungan serta prisnsip keberlanjutan.

Berdasarkan arahan kebijakan dan strategi penata ruang tersebut diatas maka Kabupaten Ketapang memiliki potensi wilayah untuk dikembangkan dan memerlukan dukungan pembangunan infrastruktur antara lain :

a. Kawasan perkotaan yang akan dikembangkan sebagai kawasan pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kawasan perkotaan ini meliputi Ibukota Kabupaten dan Ibukota Kecamatan yang berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan PKL (pusat Kegiatan Lokal).

b. Kawasan perdesaan yang akan dikembangkan sebagai kawasan permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan skala desa, pelayanan sosial desa, dan kegiatan ekonomi pedesaan. Kawasan ini meliputi beberapa desa yang berfungsi sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL).

c. Kawasan pelabuhan yang berfungsi sebagai pengumpul maupun pengumpan di Kota Ketapang, Kendawangan, Matan Hilir Selatan, Muara Pawan dan Matan Hilir Utara.

d. Kawasan Terminal Angkutan Umum/Penumpang yang berada di Ibukota Ketapang (PKW) dari Tipe B diarahkan untuk ditingkatkan menjadi Tipe A serta di beberapa Ibukota Kecatamatan (PKL) dari Tipe C diarahkan untuk ditingkatkan menjadi Tipe B. Akan dikembangkan pula terminal Tipe C di beberapa Ibukota Kecamatan yang berfungsi sebagai PKK termasuk stasiun kereta api di Kecamatan Nanga Tayap.

e. Kawasan Badara Rahadi Oesman di Ibukota Ketapang termasuk rencana lokasi pemindahannya yang berfungsi sebagai pengumpul/pengumpan serta bandara untuk penerbangan perintis yang rencananya akan dikembangkan di 10 Kecamatan (PKL dan PKK)

f. Kawasan depo bahan bakar minyak dan gas yang diarahkan pembangunanya di Ibukota Ketapang.

g. Kawasan pembangunan jaringan pembangkit listrik di Ibukota Ketapang serta arah pengembangannya di seluruh kecamatan.

h. Kawasan Wilayah Sungai (WS) strategis nasional yaitu WS Pawan dan lintas propinsi yaitu WS Jelai-Kendawangan serta Kawasan Daerah Rawa (DR) Nasional yang menyebar di 8 lokasi, DR Propinsi yang menyebar di 4 lokasi, DR Kabupaten yang menyebar di 8 lokasi dan Daerah Irigasi (DI) Kabupaten  yang menyebar di 86 lokasi. WS, DR dan DI dapat berfungsi sebagai intake air baku untuk pemenuhan air minum bagi masyarakat sekitarnya.

i. Kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang diarahkan pengembangannya menggunakan sistem sanitary landfill di Kecamatan Muara Pawan, Hulu Sungai, Kendawangan dan Manismata dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang akan di kembangkan dengan menggunakan sistem 4 R yaitu reduce, reuse, recycle, and recovery di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang.

j. Kawasan pengolahan limbah cair, limbah padat dan limbah kimia berbahaya (B3) yang akan di kembangkan dengan teknologi terkini dilengkapi dengan zona penyangga sehingga memenuhi ketentuan yang berlaku.

k. Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa Hutan Kotan dan Taman Kota di Ibukota Ketapang dan akan di kembangkan pula kawasan RTH di seluruh Ibukota Kecamatan.

l. Kawasan bencana alam longsor dan banjir bandang terutama di wilayah pedalaman/perhuluan serta kawasan rawan banjir dan pasang gelombang terutama di wilayah pesisir.

m.Kawasan Pertanian Tanaman Pangan, Kawasan Pertanian Holtikultura dan Kawasan Peternakan yang akan dikembangkan diwilayah yang potensial.

n. Kawasan Perikanan meliputi kawasan perikanan tangkap dan pengolahan ikan yang akan di kembangkan di wilayah pesisir serta kawasan budidaya perikanan yang akan dikembangkan di wilayah pesisir dan pedalaman.

o. Kawasan Industri Prioritas (KIP) Ketapang yang berlokasi di Kecamatan Matan Hilir Selatan – Kendawangan, kawasan industri strategis propinsi yang berlokasi di Kecamatan Matan Hilir Selatan – Kendawangan, Kawasan Strategis Propinsi berupa pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulaukecil di Kecamatan Matan Hilir Selatan – Kendawangan.

p. Kawasan Pariwisata Budaya dan Kawasan Pariwisata Alam yang akan dikembangkan di seluruh Kecamatan.

q. Kawasan Permukiman Padat Kota di Kelurahan Sampit, Kawasan Permukiman Sekitar Koridor Perdagangan dan Jasa di Utara Kecamatan Delta Pawan (Sukabangun-Payakumang-Sukaharja), Kawasan Permukiman Tradisional/Bersejarah Sekitar Keraton Matan di Kelurahan Muliakerta, Kawasan Permukiman Sekitar Koridor Perdagangan dan Jasa di Ibukota Ketapang,Kawasan Permukiman Sekitar Koridor Perdagangan dan Jasa di Ibukota Kecamatan Sandai, Kawasan Permukiman Potensial Cepat Tumbuh di Kecamatan Kendawangan, Kawasan Permukiman Pesisir di desa Sukabaru dan Sungai Kinjil Kecamatan Benua Kayong, dan Kawasan Permukiman SekitarBantaran Sungai Pawan di Kelurahan Banjar Kecamatan Benua Kayong.

r. Kawasan Potensial Cepat Tumbuh yang akan di kembangkan di Kecamatan Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan, Sandai dan Marau.

s. Kawasan Agropolitan yang akan dikembangkan di Kecamatan Muara Pawan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Tumbang Titi, Simpang Dua, Simpang Hulu, dan Kendawangan.

t. Kawasan Minapolitan yang akan di kembangkan di Kecamatan Kendawangan dan Benua Kayong.

u. Kawasan Agro Industri yang akan di kembangkan di Kecamatan Marau,Singkup, Air Upas, Jelai Hulu, Tumbang Titi, Sungai Melayu Rayak, Pemahan,Sungai Laur, Sandai dan Nanga Tayap.

v. Kawasan Perdagangan dan Jasa Pusat Kota Ketapang di Kelurahan Tengah,Kelurahan Kantor dan Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan Ketapang.**

Berikut Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ketapang Tahun 2015-2035 :

PERDA-Nomor-3-Tahun-2015-TTG-RENCANA-TATA-RUANG-WILAYAH-KABUPATEN-KETAPANG-TAHUN-2015-2035